Apa itu Asuransi: Pengertian, Fungsi dan Tujuan


Dewasa ini, masyarakat umum ataupun instansi semakin menyadari pentingnya menggunakan Asuransi yang kemudian menyebabkan perkembangan Asuransi semakin meningkat, disini akan dijelaskan apa itu Pengertian, Tujuan dan Fungsi dari Asuransi

Pengertian menurut para ahli:
Terdapat beberapa definisi menurut Undang-undang Republik Indonesia dan menurut para ahli,

1. UU No.2 Tahun 1992
Asuransi merupakan perjanjian dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung nantinya mengikatkan diri kepada pihak tertanggung sambil menerima premi asuransi sehingga memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerusakan, kerugian, atau kehilangan keuntungan yang pada awalnya diharapkan. Bisa juga diartikan sebagai tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita oleh tertanggung, pihak yang timbul dari suatu peristiwa tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

2. Pasal 246 KUHD (Undang-undang Hukum Dagang)
Asuransi ialah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung akan mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk penggantian kepadanya. Disebabkan karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak pasti.

3. C.Arthur William Jr dan Richard M
Mendefinisikan asuransi dari dua aspek sudut pandang yakni aspek hukum dan aspek ekonomi. Menurut sudut pandang ekonomi Asuransi ialah sebagai sebuah pengaman terhadap kerugian keuangan yang dijalankan oleh seorang penanggung. Jika menurut sudut pandang hokum Asuransi ialahsuatu persetujuan dua orang atau lebih atau badan usaha/hukum yang mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian keuangan (financial)

4. Abbas Salim
Asuransi sebagai kemauan untuk menetapkan sedikit kerugian yang pasti sebagai subtitusi kerugian besar yang belum pasti

5. Prof. Wiryono Prodjodikoro, S.H

Asuransi ialah sebuah persetujuan dimana terdapat perjanjian antara pihak yang menjamin dan ihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang sebagai ganti rugi, akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.
Fungsi Asuransi

Fungsi Asuransi


Asuransi memiliki dua fungsi, yakni fungsi utama yang berperan sebagai tujuan awal adanya asuransi dan fungsi pedukung yang berisi manfaat-manfaat tambahan yang bisa didapatkan dari asuransi.

A. Fungsi utama Asuransi(Primer)


1. Pemindahan resiko
Asuransi berfungsi sebagai mekanisme untuk Risk transfer atau pemindahan resiko atas seseorang atau perusahaan terhadap ketidakpastian hidupnya atau kerugian yang sewaktu-waktu dapat terjadi, pemindahan ketidakpastian ini yang dilakukan dengan membayar premi yang telah disepakati sebelumnya maka kerugian tersebut nantinya dapat dialihkan kepada penanggung(pihak asuransi)

2. Penghimpun biaya
Asuransi sebagai penghimpun sumber keuangan baik premi maupun biaya asuransi dari pemegang polis yang nantinya diberikan ke mereka yang terkena musibah atau lerugian

3. Premi seimbang
Premi asuransi diatur sedemikian rupa agar pembayaran yang dilakukan masing-masing pihak dapat seimbang dan wajar dengan resiko yang akan ditanggung


B. Fungsi pendukung Asuransi (Sekunder)

1. Perangsang peningkatan usaha
Premi yang diberikan ke penanggung hanya jumlah yang kecil daripada yang harus disediakan dalam pembentukan dana untuk hal selain metode asuransi

2. Keamanan
adanya asuransi membuat tertanggung merasa lebih nyaman dan aman. Sehingga tertanggung tidak khawatir atas kerugian yang mungkin timbul di kemudian hari.

3. Pencegahan dan pengendalian kerugian
Asuransi dapat digunakan sebagai pencegahan kerugian apabila terdapat hal buruk atau kerugian yang terjadi

4. Invisible export (eksport terselubung)
Asuransi digunakan untuk menjual komoditas terselubung ke Negara lain


Tujuan Asuransi


Selain fungsi, ada beberapa tujuan dari dibentuknya asuransi yaitu:

1. Untuk memberikan jaminan atas perlindungan untuk dampak resiko kerugian satu pihak
2. Untuk pemerataan biaya, Dengan hanya mengeluarkan sejumlah biaya tertentu tanpa perlu mengganti sendiri kerugian yang mungkin jumlahnya jauh lebih besar

3. Untuk digunakan sebagai tabungan, Dalam asuransi jiwa terdapat tabungan, yakni tertanggung membayar sejumlah premi yang biasanya dicicil tiap bulan atau setiap periode tertentu.premi ini nantinya akan dikembalikan sepenuhnya setelah batas waktu yang telah disepakati.

4. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi, Karena secara khusus tidak memerlukan pengawasan dan pengamanan yang berlebih untuk memberikan perlindungan yang banyak memakan waktu, biaya dan tenaga

5. Untuk memberikan kredit(dari pihak bank), Karena diperlukan jaminan atas perlindungan terhadap kerugian di waktu yang akan datang
http://bit.ly/2H3ByLK