Faktor yang Tidak Boleh Dilakukan Publisher Adsense


Siapa pemilik situs web atau blog yang tidak mengenal Google Adsense? Sebuah sistem yang bisa membuat anda mendapatkan pundi-pundi Dollar ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia sendiri, Google Adsense sudah banyak dimanfaatkan oleh para pemilik situs web atau bloger untuk memperoleh keuntungan yang menggiurkan.

Seperti namanya, Google Adsense merupakan sebuah sistem atau sebuah program yang dibuat oleh Google. Cara keja Google Adsense cukup sederhana, yakni dengan memanfaatkan ruang dalam web atau blog anda untuk disematkan sebuah iklan oleh Google. Isi dan bentuk iklan tersebut bermacam-macam, mulai dari teks otomatis, video, gambar, sampai dengan media interaktif. anda akan mendapatkan penghasilan berupa dollar melalui dua cara, yakni per-click atau per-impression.

Mudahnya mendapatkan penghasilan dari Google Adsense membuat banyak publisher Adsense melakukan berbagai cara cepat untuk mendapatkan penghasilan yang sebesar-besarnya. Maka dari itu, banyak sekali kita menemukan kasus-kasus publisher Adsense yang akunnya dibanned atau dinonaktifkan oleh Google.

Faktor yang Tidak Boleh Dilakukan Publisher Adsense

5 Faktor Pelanggaran Untuk Publisher Adsense


Jika anda adalah seorang publisher Adsense atau baru berniat mendapatkan penghasilan dari Google Adsense, terdapat faktor yang tidak boleh dilakukan publisher Adsense. Faktor-faktor tersebut melanggar kebijakan yang sudah dibuat Google. Perhatikan dan hindari hal-hal berikut ini agar Google Adsense yang anda jalankan tidak dinonaktifkan oleh Google.

1. Memanipulasi jumlah klik iklan dengan mengklik sendiri

Mengklik sendiri iklan yang terdapat dalam situs web atau blog kita merupakan hal fatal yang sering menyebabkan akun Google Adsense dinonaktifkan. Para publisher Adsense yang belum mengetahuinya sering melakukan cara klik manual maupun menggunakan alat klik otomatis untuk mengelabui jumlah klik iklan.

Padahal, anda harus tahu bahwa Google mempunyai cara sendiri untuk menelusuri sumber klik tersebut. Termasuk dapat mengetahui jika anda melakukan kecurangan dengan melakukan klik manual atau menggunakan alat tertentu.

Adanya larangan dari Google untuk mengklik iklan anda sendiri merupakan usaha Google untuk melindungi pengiklan atau advertiser. Jika sumber klik bukan merupakan pengunjung asli, tentu hal ini akan merugikan pengiklan yang telah membayar untuk iklan-iklannya.

2. Menerbitkan konten terlarang
Jika situs web atau blog anda telah terpasang Google Adsense, jangan pernah sekali-kali untuk mencoba mempublikasikan konten terlarang. Konten-konten terlarang tersebut antara lain konten pornografi, konten yang mengerikan, konten yang memprovokasi, melecehkan dan mengintimidasi individu atau kelompok tertentu, konten yang menyinggung SARA, menjual barang-barang berbahaya seperti narkoba atau alkohol, dan konten ilegal lainnya.

3. Perhatikan penempatan iklan
Dalam memasang iklan, publisher dipersilakan untuk melakukan uji coba terkait penempatan dan format iklan. Namun, Google melarang anda untuk menempatkan kode Adsense di tempat-tempat yang tidak sesuai. Tempat tersebut antara lain pop-up, email, atau software. Google juga mengharuskan anda untuk mematuhi kebijakan dari setiap produk yang anda gunakan.

Jika tidak ingin akun anda dinonaktifkan, jangan menempatan iklan pada email atau konten yang dibuat secara dinamis seperti chat langsung atau pesan instan. Jangan pula menempatkan iklan di pop-up, pop-under, atau pada halaman yang tidak berbasis konten.

4. Bekerjasama dengan orang lain untuk mengklik iklan atau menyesatkan pengunjung
Di atas sudah dijelaskan mengenai larangan untuk mengklik iklan anda sendiri. Kali ini, selain mengklik iklan sendiri, anda juga dilarang untuk meminta pengguna lain atau konsumen untuk mengklik iklan anda. Penggunan metode lain yang sifatnya menipu juga dilarang.

Seringkali pengunjung suatu situs web atau blog disesatkan dengan gambar di samping iklan untuk memancing klik pada iklan tersebut. Kata-kata atau label tertentu yang diletakkan di atas iklan juga sering digunakan untuk menyesatkan pengunjung. Trik-trik seperti ini sudah sering ditemui dalam situs web atau blog para publisher sehingga menyebabkan penonaktifan Google Adsense.

5. Menjual barang-barang palsu atau KW dan konten yang melanggar hak cipta

Sering sekali kita temui situs web atau blog yang menjual barang-barang KW atau bahkan barang palsu. Barang palsu tersebut meliputi barang fisik maupun merk dagang atau logo. Sulit membedakan barang palsu dengan barang aslinya.

Kasus lainnya adalah penjualan dan pemakaian produk yang melanggar hak cipta. Jika konten anda memakai hasil karya orang lain tanpa persetujuan, Google dapat mengetahuinya dan mengambil tindakan untuk menonaktifkan akun Google Adsense anda.

Hal-hal di atas merupakan faktor yang tidak boleh dilakukan oleh publisher Adsense. Jika anda menginginkan akun Google Adsense anda berjalan tanpa adanya penonaktifan atau banned dari Google, sebaiknya hindari melakukan hal tersebut.

http://bit.ly/2H3ByLK